29 Jul Root Blower pada Sewage Treatment Plant (STP)
Pengertian sewage treatment plant
Sewage treatment plant adalah tempat penampungan/pengolahan limbah cair yang berasal dari limbah domestik maupun industri. Tujuan dari pengolahan tersebut adalah untuk menghilangkan/mengurangi kandungan beracun atau pengotor yang terdapat pada limbah sehingga sesuai dengan parameter baku yang ditetapkan oleh peraturan pemerintah. Hali ini dimaksudkan agar limbah hasil proses produksi atau hasil aktifitas mandi,cuci dan lainnya tidak mencemari lingkungan. Indonesia merupakan negara dengan penduduk keempat terbesar di dunia. Banyak keuntungan dan kekuatan yang menjadi bonus tersendiri bagi negara ini. Namun semakin banyak jumlah penduduk suatu negara maka limbah yang dihasilkan juga akan semakin besar. Jika limbah ini tidak dapat dikelola dengan baik bukan tidak mungkin hal ini menjadi sebuah ancaman. Pemerintah melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor: P.68/Menlhk/Setjen/Kum.1/8/2016 telah menetapkan peraturan mengenai Baku Mutu Air Limbah Domestik. Sebagaimana dihimbau melalui peraturan ini adalah segala jenis air limbah yang berasal dari aktifitas hidup sehari-hari manusia harus diolah terlebih dahulu sebelum dapat dibuang ke saluran lingkungan
tahapan umum proses sewage treatment plant
Umumnya proses pengolahan limbah pada sistem STP terdiri dari beberapa tahapan, yaitu tahap awal (preliminary stage), tahap primer (primary stage) dan tahap sekunder (secondary stage)
PRELIMINARY TREATMENT / PRELIMINARY STAGE (TAHAP AWAL)
Tahap preliminary atau biasa juga disebut pretreatment proses adalah tahapan yang dilakukan untuk menyaring material-material yang berukuran sedang dan besar yang terdapat pada air limbah. Proses penyaringan ini dapat dengan mudah dilakukan hanya dengan membuat jaring (screen) yang berukuran besar, sehingga material berukuran besar tersebut dapat tersaring. Tahap preliminary terdiri dari beberapa tahapan sbb :
1. Initial screening (penyaringan awal)
Merupakan tempat penampungan pertama limbah. Pada tahap ini material seperti batu, kayu,besi akan tersaring, sehingga tidak merusak pompa, valve dan mesin lainnya. Dan air limbah yang masuk pada proses selanjutnya sudah bersih dari benda-benda berukuran besar tersebut.
2. Grit Removal
Grit Removal adalah proses untuk menghilangkan tanah kasar, pasir halus, kerikil. Tahapan ini bertujuan untuk memisahkan pasir dan partikel anorganik lainnya yang terbawa oleh limbah. Air limbah akan dilewatkan melalui bak pengendapan (sedimentasi). Pasir dan partikel anorganik lainnya dengan massa jenis yang lebih besar akan mengendap dan dibuang, sementara limbah cair yang berada di atasnya dapat dialirkan ke proses selanjutnya. Grit removal diperlukan (1) untuk mengurangi pembentukan deposit di tangki sedimentasi primer, tangki aerasi, tangki digester dan juga perpipaan. (2) Mengurangi frekuensi pembersihan tangki yang disebabkan oleh akumulasi grit yang berlebihan. (3) Melindungi mesin-mesin seperti pompa,valve , pipa dari kemungkinan abrasi dini yang dapat menyebabkan aus atau keropos.
3. Flow Equalization (Pemerataan Aliran)
Bak ekualisasi dapat digunakan untuk meratakan aliran dan beban air limbah sebelum masuk ke pengolahan fisik-kimia dan biologis. Bak ekualisasi juga berfungsi sebagai bak penampung agar aliran air limbah pada proses selanjutnya dapat berlangsung secara kontinyu.
4. Fat and Grease Removal (Pemisahan Lemak dan Cairan Berminyak)
Pada industri atau pabrik yang berskala besar, lemak dan minyak dapat dipisahkan dengan mengalirkan limbah ke tangki kecil dan kemudian lemak yang mengapung di permukaan diambil dengan alat skimmer. Banyak pabrik/industri yang menggunakan proses sedimentasi untuk menghilangkan minyak dan lemak.
PRIMARY TREATMENT ( PENGOLAHAN PRIMER)
Pengolahan primer adalah proses yang bertujuan untuk memisahkan padatan yang tidak larut dalam air(suspended) baik organik maupun organik dari air limbah. Padatan tersebut biasanya mengendap di bagian bawah karena gravitasi ataupun dapat mengapung di permukaan air.
Tujuan utama pengolahan primer adalah sbb :
1. Membuang kotoran yang terapung di permukaan seperti sampah “scum” yang dapat mengapung pada permukaan. Sampah ini bisa berasal dari bahan organik, minyak , lemak , dan padatan ringan lainnya.
2. Dapat menurunkan nilai Biological Oxygen Demand (BOD)
3. Melindungi peralatan/mesin pada proses pengolahan selanjutnya
Proses pengolahan primer wajib dimiliki pada pengolahan limbah, baik pada pengolahan limbah domestik maupun industri.
SECONDARY TREATMENT (PENGOLAHAN SEKUNDER)
Proses pengolahan sekunder adalah proses lanjutan dari pengolahan limbah setelah proses preliminary dan primary.
Proses ini sangat krusial pada pengolahan air, dikarenakan pada proses ini zat-zat pengotor yang masih terdapat pada tahap pengolahan primer dapat dimurnikan lebih lanjut. Seperti yang sudah kita ketahui pada tahap primer padatan yang terdapat pada air dipisahkan dengan proses fisika dan gravitasi, namun pada tahap sekunder pemurnian air menggunakan proses biologis. Pada proses pengolahan sekunder sejumlah mikro-organisme dimasukkan ke dalam air limbah. Mikro-organisme ini membuang limbah dari air dengan proses metabolisme. Mikro-organisme yang biasanya digunakan adalah bakteri, baik bakteri aerob maupun bakteri anaerob. Bakteri aerob memerlukan oksigen dalam proses metabolisme, sedangkan bakteri anaerob dapat hidup tanpa oksigen.
Sistem pengolahan yang umum pada tahap pengolahan sekunder adalah sistem pengolahan limbah aerobik (Aerobic Sewage Treatment) dan sistem pengolahan lumpur aktif (Activated Sludge Treatment)
Apa yang dimaksud dengan Pengolahan Air Limbah Aerobik ?
Sistem pengolahan air limbah aerobik merupakan sistem pengolahan limbah yang menggunakan oksigen untuk mengurai kontaminan organik dan polutan lain seperti zat nitrogen dan fosfor. Sistem ini menggunakan perangkat aerasi yang memasukkan oksigen melalui udara yang dihembuskan ke dalam air secara terus menerus sehingga mikro-organisme dapat hidup dan memakan bahan-bahan organik pada limbah dan mengurainya menjadi air, karbondioksida dan mikro-organisme tambahan.

No Comments